SOLID……KUAT…..HEBAT adalah yel rumah sakit dr Mintohardjo yang membuat semangat bila mengunjungi ruangan.

Seorang IPCN (Infection Prevention Control Nurse) adalah motor dalam PPIRS, tanpa IPCN PPIRS tidak jalan (Costy Pandjaitan, CVRN.,SKM.,MARS.,PhD., CP.NLP.CPRM.,CPLM) konsultan PPI Indonesia. IPCN  adalah  kunci dalam tim pencegahan infeksi dan dalam banyak kasus ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab atas program tersebut. Peran dan fungi sebagai IPCN adalah dapat menjadi praktisi, manajer, surveiver, auditor, edukator, advokasi, konsultan, motivator, peneliti, evaluator, inverstigator dan sebagai fasilisator.

Sebagai IPCN rumkital dr mintohardjo banyak ceritanya dan pengalamannya, baik suka maupun dukanya, saya sebagai IPCN sangat menyenangkan bila mengujungi ruangan/unit kerja. Yang paling banyak pengalaman dan ceritannya peran IPCN sebagai auditor dan edukator.

Mengedukasi teman – teman perawat untuk tdk memakai perhiasan sangatlah sulit dan penuh perjuangan, pagiiiiiii…… semua…….waduh bagus ya cicincinmu? Banyak lagi…..!!! ahai melakukan kebersihan tangan tidak boleh memakai perhiasan, karna akan meninggalkan koloni dibawah cincin.

Kemudian Besok lagi mengunjungi “pagi…. kok masih pakai cincin? Eh kaka,,,,maaf lupa membuka ,,,,,, “ oh Ya  ???? dan terus terulang lagi, dan harus diulang ulang edukasinya…

Kemudian peran sebagai auditor/surveiver juga adalah yang penuh perjuangan, audit Kebersihan tangan pada rekan rekan perawat tdklah mudah harus mengedukasi terus menerus tanpa bosan bosannya. “Selamat…… pagi.. teman..temann”, lagi tindakan apa??? Sudah melakukan kebersihan tangan? Belum kaka,,, kan pakai sarung tangan,,,,,,wow jawaban yang sangat penting untuk diedukasi lagi.

Melakukan kebersihan tangan dengan handrubs yang berbasis alkohol atau handwash, pada wastapel, tidak melakukan kebersihan tangan diatas sarung tangan. Kebersihan tangan adalah mencuci tangan yang dengan sabun atau dengan hundrubs, kalau melakukan dengan sarung tangan, sarung tangan yang dicuci,,,,,,,

Lakukanlah kebersihan tangan dengan 6 langkah dan lima momen sesuai dengan anjuran WHO. Agar penularan infeksi dapat di putus dengan melakukan kebersihan tangan oleh para perawat dan petugas kesehatan lainnya yang kontak dengan pasien. Tangan bagaikan pistol yang siap menembakkan peluru pelurunya ke tubuh pasien akibat tindakan perawat. Dengan kita melakukan kebersihan tangan dapat mencegah infeksi dari pasien ke petugas  atau sebaliknya dan dari petugas ke petugas.  Saat melakukan kebersihan tangan tidak memakai perhiasan, tidak memakai jam tangan dan kuku tidak boleh panjang.

Salam sehat selalu untuk kita perawat, petugas kesehatan dan seluruh personil/staff Rumkital dr Mintoharjo.

# solid……kuat…..hebat

#  Rumkital dr Mintohardjo

# sopan, luwes, energik, berkarakter. 

Salam dari :

IPCN

Riamayanti Rajagukguk,SKM

Penata Tk I III/d NIP 197016061993012001